20 Desember 2015

Kompetensi itu perlu ...







Setelah terbitnya UU Ketenaga Kerjaan Nomor 13 Tahun 2003 dilanjutkan dengan keluarnya Peraturan Pemerintah (PP)  Nomor 23 Tahun 2004 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan  PP 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional menunjukkan bahwa pelaksanaan sertifikasi tenaga kerja di berbagai sektor industri semakin meningkat.
BNSP melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang didukung oleh Pemerintah, Asosiasi Industri, Asosiasi Profesi, Lembaga Diklat Profesi  dan masyarakat di bidang ketenagakerjaan semakin berkembang  dalam meningkatkan pelaksanaan sertifikasi kompetensi tenaga kerja di masing-masing sektor, hal ini memberikan dampak positif dengan  meningkatnya daya saing dan produktivitas tenaga kerja.
Mengapa sertifikasi kompetensi kerja diperlukan? Sertifikasi kompetensi kerja adalah merupakan suatu pengakuan terhadap tenaga kerja yang mempunyai pengetahuan, ketrampilan dan sikap kerja sesuai dengan standar kompetensi kerja yang telah dipersyaratkan, dengan demikian sertifikasi kompetensi memastikan bahwa tenaga kerja (pemegang setifikat) tersebut terjamin akan kredibilitasnya dalam melakukan suatu pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya.
(Dikutip dari web BNSP)

Beberapa kali saya berkesempatan pula melakukan Uji Kompetensi khususnya terkait dengan syarat kelulusan para siswa SMK. Rupanya lembaga yang terkait kompetensi ini berbeda yaitu BSNP (Badan Standarisasi Nasional Pendidikan). Namun tujuannya sama yaitu mengukur dan memastikan kompetensi peserta didik sebelum lulus.

Karena itu saat ada kesempatan menjadi Asesor Kompetensi sayapun tertarik mengikutinya secara mandiri. Untuk menjadi Asesor Kompetensi harus mengikuti terlebih dahulu pelatihan yang dilakukan selama 5 (lima) hari kerja.

09 Desember 2015

Pilwali 2015


Untuk pertama kalinya pada 09 Desember 2015 diadakan Pilkada serentak dalam rangka memilih Bupati/Walikota atau Gubernur di wilayah masing-masing. Kota Surabaya kebetulan bertepatan dengan saat untuk memilih Walikota dan Wakil Walikota periode mendatang.

Semarak Pilkada ini diwarnai tarik ulur pasangan calon yang akan bertarung dalam Pilwali 2015. Hingga akhirnya ditetapkan pasangan calon Rasiyo dan Lucy (nomer urut 1) melawan Tri Rismaharini dan Whisnu Sakti Buana (nomer urut 2)

10 Agustus 2015

Membumikan Riset dan Merisetkan Isi Bumi






Pada tanggal 6-9 Agustus 2015  Kementrian Perindustrian Republik Indonesia mengadakan Pameran Produksi Indonesia (PPI 2015) yang bertempat di Convention Center Grand City Mall Surabaya. Acara ini menurut Menteri Perindustrian RI, Saleh Husin bertujuan mengajak masyarakat kenal dengan produk unggulan sehingga bisa menyukai dan bangga menggunakan produk dalam negeri. Selanjutnya Saleh Husin juga menyampaikan bahwa pemerintah tidak akan ragu mempromosikan kemampuan industri dalam negeri. Kegiatan-kegiatan itu akan dilakukan di dalam negeri maupun luar negeri. Berbagai media akan digunakan mulai dari pameran hingga menjadikan duta besar di luar negeri sebagai ujung tombak marketing produk andalan Indonesia.

Sekitar 35 persen peserta pameran berasal dari Jawa Timur, sedangkan sisanya dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Yogyakarta, Bali, DKI Jakarta, dan Banten. Pameran yang menempati area seluas 4.441 meter persegi itu terdiri dari 159 stan di antaranya diisi produk-produk unggulan berbasis teknologi, inovasi, dan kreativitas.

Sejumlah produk yang ditampilkan, yakni kerajinan, per hiasan, tas, kulit, alas kaki, tekstil dan tenun, makanan dan minuman, kosmetik dan herbal, serta furnitur. Selain itu, juga dipamerkan produk-produk industri aneka, alat rumah tangga dan bangunan, alat transportasi, elektronika dan telematika, serta alat pertanian dan kesehatan.

Serangkaian dengan kegiatan pameran digelar juga berbagai acara seminar dan talk show di panggung utama arena pameran. Di hari terakhir digelar Talk Show yang dikemas bekerja sama dengan kegiatan Cangkrukan KLAS (Kelompok Linux Arek Suroboyo). Sebagaimana biasa acara Cangkrukan bisa diisi dengan menampilkan presentasi atas berbagai topik aktual terkait teknologi informasi yang dapat dinikmati oleh semua kalangan.
Salah satu topik yang dibahas dalam talk show adalah "Membumikan Riset dan Merisetkan Isi Bumi" sebuah upaya untuk menampilkan riset tidak hanya di lingkungan ilmiah tapi juga di ranah publik agar bermanfaat lebih luas. Riset yang dipresentasikan adalah "Intelligent Media Management", sebuah Riset Inovatif Produktif yang diajukan dalam pendanaan RISPRO LPDP Kementrian Keuangan Batch II 2015. Riset ini diketuai oleh DR. Surya Sumpeno, ST. M.Sc. (ITS) dengan melibatkan 3 Perguruan Tinggi, yaitu Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Narotama Surabaya dan Universitas Widya Mandira - Kupang, NTT. Sesuai persyaratan maka riset ini juga didukung oleh kalangan industri melalui Catfiz dan Radnet Surabaya. Penelitian ini melibatkan 2 (dua) orang dosen Universitas Narotama yaitu, Aryo Nugroho, ST. S.Kom. MT sekaligus sebagai roadmap dalam penelitian disertasi yang sedang dikerjakannya, dan Moh. Noor Al Azam, S.Kom. MMT. yang bertindak juga selaku pihak industri melalui Radnet Surabaya. Sedangkan dari Unwira Kupang melibatkan Adri Gabriel Sooai, ST. MT.

Latar belakang dari penelitian ini adalah keprihatinan atas fenomena yang terjadi di Media Sosial (Social Media) yang cenderung membelah masyarakat pada posisi pro dan kontra tanpa melibatkan fakta dan data yang dapat dipertanggung jawabkan. Berbagai tulisan telah mencampuradukkan antara fakta dan opini yang membingungkan masyarakat. Hal ini juga berdampak memecah belah persatuan nasional dan menjadi ancaman bagi Ketahanan Nasional

Penelitian ini akan menggunakan instrumen pelibatan komunitas untuk ikut memberikan penilaian atas isue yang ada. Kemudian dengan metode Data Analysis akan dikembangkan sebuah Machine Learning untuk membantu penilaian awal atas validitas sebuah tulisan. Tujuan penelitian ini adalah mengusulkan suatu Tata Kelola kepada Pemerintah dalam menyikapi tulisan yang berkembang di media sosial dengan membangun Intelligent Media Management.

04 Juli 2015

Tips Menembus Jurnal Internasional






Pada tanggal 03 Juli 2015 bertempat di kampus Universitas Narotama Surabaya, diselenggarakan acara Workshop dengan tema Menembus Publikasi Internasional. Workshop yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Narotama ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para dosen untuk menulis paper ilmiah di Konferensi Internasional maupun Jurnal Internasional.

Sebagai narasumber dalam acara ini adalah :

  1. Aryo Nugroho, ST. S.Kom. MT (Universitas Narotama)
  2. Prof. DR. Ir. H. Didik Sulisyanto (Universitas Jember)
Narasumber pertama memaparkan pengalaman menulis dan menembus konferensi internasional sekaligus berbagai tips seperti cara memilih jurnal atau konferensi yang bermutu, cara menulis dan etika berkomunikasi dengan reviewer. Ditampilkan juga beberapa korespondensi dan cara melakukan presentasi di ajang internasional

Narasumber kedua memaparkan lebih detail tentang pola penulisan dan aturan-aturan yang umum dilakukan di Jurnal Internasional

30 Juni 2015

UAS Komputer dan Masyarakat 2015

Soal :

Buatlah sebuah poster, ukuran kertas A4 yang dapat memaparkan salah satu pilihan topik di bawah ini :

  1. Digital Signature
  2. Smart City
  3. CyberWar
  4. Social Engineering
  5. Digital Marketing
Ketentuan :
  • Bagian atas : Judul dan nama serta NIM mahasiswa
  • Dilanjutkan dengan abstrak (penjelasan singkat)
  • Selanjutnya body text dengan format 2 kolom, font ukuran 11 atau 12
    berisi pemaparan tentang topik yang Sdr. pilih,
    terdiri dari Pendahuluan, tujuan dan isi
    boleh dilengkapi dengan gambar
  • Di akhiri dengan kesimpulan
  • Lengkapi dengan daftar pustaka
  • Poster disimpan dalam format JPEG/JPG/PNG tidak lebih dari 2MB
Poster boleh dibuat perorangan atau kelompok maksimal 2 orang saja
File diberi nama : NIM-NamaMahasiswa dan disertakan dalam email
Dikumpulkan paling lambat tanggal 03 Juli 2015 pukul 12.00 WIB,
melalui email ke :
aryonugroho45@yahoo.com
Subject : UAS-KM2015-NIM-NAMA

Body email tertulis nama mahasiswa saja

Selamat bekerja

14 Juni 2015

Pemakalah dalam NICOGRAPH 2015 International Conference di Tokyo, Jepang




Aryo Nugroho, ST, S.Kom, MT, dosen Program Studi Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Narotama (UNNAR), sebagai salah satu penyaji makalah riset penelitian dalam 14th Annual International Conference "NICOGRAPH International 2015" di Tokyo, Jepang. Keikutsertaan Aryo Nugroho tersebut sesuai arahan dari promotor di Program S3 Teknik Elektro – Telematika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dimana dosen bersangkutan sedang mengikuti studi.
Pada 13-14 Juni 2015, The Society for Art and Science mengadakan event 14th Annual International Conference "NICOGRAPH International 2015" di Tokyo, Jepang. NICOGRAPH adalah organisasi yang berdiri tahun 1985, bertujuan mempromosikan topik riset yang menggabungkan antara ilmu dan seni dalam ranah teknologi komputer dan bidang sejenisnya untuk mengembangkan dari seni dan media interaktif menggunakan teknologi. Konferensi internasional memiliki tujuan utama memberikan kesempatan bagi para peneliti dan mahasiswa untuk mempresentasikan hasil risetnya dan bertukar ide dengan koleganya dari berbagai bangsa.
NICOGRAPH International 2015 diselenggarakan bertempat di Tokyo City University, sebuah kampus yang berlokasi di perfektur Setagaya, Tokyo Jepang. Acara dibuka oleh Program Chair NICOGRAPH 2015 yaitu Prof. Dr. Taichi Watanabe pada Sabtu, 13 Juni 2015. Acara diselenggarakan dalam dua hari dengan menampilkan 12 paper dan 12 poster para peneliti dari berbagai kampus di dunia.
Pada kesempatan tersebut, Aryo Nugroho tampil sebagai penyaji di hari ke-2 dengan judul paper "Visualizing Interaction in Catfiz Indonesian Messenger Using Graph Coloring". Sebuah paper yang merupakan preliminary research yang terkait dalam topik kajian Social Media Network yang ditekuninya. Paper yang ditampilkan membahas interaksi antar pengguna Catfiz yang sekaligus merupakan local genuine dari Indonesia. Paper ini merupakan paper satu-satunya dari Indonesia.
Di akhir acara Profesor Dr. Eng Kunio Kondo selaku pembina acara ini memberikan apresiasi positif bagi penyajian dosen UNNAR, sekaligus mengundang untuk melakukan join research bersama para profesor di Tokyo University of Technology. [TUT]

(dikutip dari web Universitas Narotama)

12 Juni 2015

Berpetualang dengan Subway di kota Tokyo






Sistem transportasi yang ada di kota Metropolitan modern banyak mengandalkan pada moda transportasi massal. Moda ini dipilih untuk memudahkan pergerakan manusia dari satu titik ke titik lain secara cepat dengan mengurangi pemanfaatan kendaraan pribadi.
Saat berkunjung ke Tokyo pada 11-15 Juni 2015 setibanya di Bandara Narita Tokyo, sayapun memanfaatkan jasa transportasi publik ini, dari Bandara menuju Asakusa Station yang kurang lebih ditempuh dengan waktu 1,5 jam.

Jika melihat peta di atas mungkin terasa ruwet dan membingungkan, tapi sebenarnya jika sudah memahaminya cukup simple. Yang pasti kita harus membeli tiket terlebih dahulu. Ada 2 macam tiket, yaitu :
  1. Tiket One Way atau satu kali jalan
  2. Tiket berbentuk kartu yang dapat diisi ulang seperti PASMO atau SEICA
Tiket dapat dibeli di vending machine yang tersedia di setiap stasiun, siapkan uang semisal pecahan 1000 Yen atau yang lain. Jika uang kita perlu kembalian tak usah khawatir, karena akan dikembalikan dengan utuh.
Tiket sekaligus digunakan sebagai pass untuk masuk dan keluar dari stasiun.
Jika kita menggunakan Tiket Kartu maka cukup ditempelkan untuk discan pada pintu otomatis. Sedangkan Tiket One Way dipakai dengan memasukkannya pada lubang yang tersedia di pintu, lalu tiket akan muncul kembali di ujung lain. Jangan lupa ambil kembali tiket ini, karena hanya dengan tiket ini, kita dapat keluar di stasiun tujuan.
Setelah memilih jurusan, pahami rute/line dan warna dari rute kita, lalu perhatikan tiap stasiun yang akan dilewati dan rencana kita akan turun di stasiun lain. Jika kita sudah di jalur yang benar maka kereta yang lewat hanya 1 tujuan tak perlu takut keliru arah tujuan. Kereta akan datang dengan interval 7-15 menit (perhatikan pengumuman yang ada) dan tepat waktu.
Selama di kereta tidak diperkenankan menerima panggilan telepon karena akan mengganggu pengguna jasa lainnya. Duduklah pada tempat yang disediakan, jangan gunakan kursi yang dikhususkan lansia dan wanita yang membawa anak-anak jika kita bukan masuk kategori ini.

11 Juni 2015

Pengalaman terbang bersama Garuda Indonesia menuju Tokyo, Jepang




Sebagai tindak lanjut pengiriman paper saya yang diterima di NICOGRAPH International 2015, maka pada tanggal 11 Juni 2015 adalah hari keberangkatan menuju Tokyo, Jepang. Maskapai penerbangan yang saya pilih untuk menuju kesana adalah Garuda Indonesia, dengan pertimbangan bahwa pilihan transitnya memudahkan saya yang berangkat dari Surabaya, dengan 2 pilihan :
  1. Surabaya - Denpasar - Narita Airport 
  2. Surabaya - Jakarta - Haneda Airport
Kedua airport tesebut, yaitu Narita dan dan Haneda sama-sama berada di kota Tokyo, yah mungkin ibarat Soetta dan Halim Perdana Kusuma di Jakarta.

Pilihan saya untuk berangkat menuju negara matahari terbit adalah rute Surabaya-Denpasar-Narita Airport di Tokyo, Jepang. Pertimbangannya adalah asumsi saya bahwa layanan di Bandara International Ngurah Rai Denpasar Bali lebih nyaman (dan ternyata benar).

Pembelian tiket saya lakukan di Kantor Garuda Indonesia yang terletak di area perkantoran Hotel Bumi (dulu dikenal Bumi Hyatt) Jalan Basuki Rahmat,  Surabaya. Harga tiket kelas ekonomi yang saya beli pada 13 Mei 2015 (1 bulan sebelum berangkat) adalah Rp. 9.213.400 untuk tiket Surabaya-Denpasar-Narita (keberangkatan) dan Haneda-Jakarta-Surabaya (pulang).

Penerbangan berangkat dari Surabaya Juanda Terminal 2 dengan kode penerbangan GA348 menuju Ngurah Rai Denpasar pada pukul 20:25 (WIB) dan sampai pada pukul 2225 (WITeng). Dilanjutkan dengan penerbangan GA880 menuju Narita International Airport di Tokyo pada pukul 00:25 (WITeng) dan sampai pada pukul 08:50 (Waktu Tokyo).

Kondisi pesawat dan kabin cukup bagus, pelayanan awak kabin ramah dan snack dibagikan tak lama setelah pesawat mengudara. Pantaslah jika Garuda Indonesia mendapat penghargaan international dalam hal layanan awak kabinnya. Kelebihan lain awak kabin bisa berbahasa Indonesia dan makanan yang disajikan Insya Allah halal, walau saya tak pernah tanya sertifikasinya :D


Cuaca selama perjalanan cukup cerah dan foto diatas diambil di atas Samudera Pasifik saat matahari terbit menuju Tokyo.

01 Juni 2015

Mengurus Visa ke Jepang untuk Conference



Pada tanggal 11-15 Juni 2015 saya berencana untuk mengunjungi kota Tokyo, Jepang. Oleh karena itu sebelumnya saya harus mengurus visa untuk berkunjung ke sana, tentunya setelah memiliki paspor.

Prosedur pengurusan paspor ke Jepang diawali dengan mempersiapkan pas photo berwarna, ukurannya cukup unik yaitu 4,5x4,5 dalam satuan centimeter dan background nya berwarna putih. Selain itu juga dipersiapkan beberapa dokumen berikut ini (tipe kunjungan wisata) :
  1. Formulir pengurusan visa (bisa download di situs kedutaan/konsulat Jepang), yang harus diisi dengan lengkap
  2. Itenary (jadwal perjalanan), formulir juga bisa di download
  3. Foto ukuran 4,5x4,5 cukup 1 buah saja
  4. Fotokopi Paspor dan Paspor asli
  5. Fotokopi Kartu Keluarga
  6. Fotokopi KTP dan tanda pengenal lain (semisal kartu mahasiswa)
  7. Fotokopi tanda pemesanan hotel
  8. Fotokopi tanda booking pesawat pergi dan pulang (beli tiket dulu)
  9. Fotokopi rekening 3 bulan terakhir yang sekiranya cukup sebagai jaminan
Untuk lebih jelas silakan buka situs Kedutaan Jepang dan update kembali sekiranya ada perubahan.

Semua dokumen dicetak atau dicopy dalam ukuran A4.
Setelah semua siap, saya berangkat menuju Konsulat Jepang terdekat yaitu di Jalan Sumatera Surabaya. Sampai di pos jaga seluruh HP kita akan diminta untuk ditinggal dalam loker khusus, tidak boleh dibawa di area dalam. Selanjutnya kita akan melewati detektor dan jika semuanya clear akan dipersilakan masuk melalui pintu yang ada.

Sekeluar dari pintu kita akan menemui bangunan untuk pengurusan visa dengan loket yang ada di sana. Jangan kuatir, stafnya berbahasa Indonesia koq, hehe..
Ambil nomer antrian dan tunggu giliran anda.
Jika sudah dipanggil, serahkan semua dokumen dan selanjutnya akan diberikan tanda terima untuk pengambilan 4 hari kerja mendatang.
Catatan : Ini untuk paspor biasa, untuk e-paspor bisa lebih cepat.

Jika ada dokumen yang kurang dan tidak signifikan staf konsulat memperbolehkan untuk menyusulkan dokumen via fax. Kebetulan saya mengalami ini karena tidak membawa fotokopi Kartu Keluarga.
Sangat kooperatif kan? Kesan yang bagus untuk pelayanannya.

Setelah 4 hari berselang, sayapun kembali mengunjungi Konsulat Jepang untuk mengambil visa yang dicetak dan ditempel pada halaman paspor.
Ambil nomer antrian dan tunggu giliran, atau langsung ke loket jika sedang sepi.
Setelah menuju loket, diminta menunggu sejenak untuk diambilkan paspor kita. Selanjutnya akan diminta membayar Rp. 320.000 dalam cash, tidak bisa menggunakan kartu debit/kredit. Dan visa serta pasporpun sudah ada di tangan kita.

Oya, untuk paspor harus diterbitkan setidaknya 6 bulan sebelum keberangkatan, kecuali jika paspor perpanjangan maka harus ditunjukkan juga paspor lama kita.

Sederhana hanya mungkin butuh waktu dan teliti dalam mempersiapkan dokumen, khususnya mengisi formulir dan jadwal perjalanan.

25 Mei 2015

IKA dan Rektor ITS dukung CATFIZ


Suatu hari saya menerima sms di handphone saya, yang meminta waktu untuk berbicara, sambil memperkenalkan diri sebagai Ketua Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya. Pengirim SMS itu kemudian saya kenal sebagai Bapak DR. Ir. Irnanda Laksanawan, yang benar adalah Ketua IKA ITS periode ini. Setelah SMS ini saya balas berlanjut dengan pembicaraan melalui telepon yang intinya mengajak untuk berdiskusi lebih lanjut terkait pengembangan CATFIZ.

Singkat cerita, disepakati untuk bertemu pada acara Ceramah Kebangsaan dengan narasumber adalah KH. Hasyim Muzadi yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum PB Nadhlatul Ulama (NU). Sayapun mengundang serta rekan sejawat dari CATFIZ yaitu Mohammad Arfan untuk ikut bergabung di acara ini.

Seusai acara kami diajak oleh Ketua IKA ITS untuk langsung beraudiensi dengan Rektor ITS yaitu Bapak Prof. DR. Ir. Joni Hermana yang kebetulan belum lama dilantik. Dalam perbincangan itu dibahas beberapa hal terkait dengan CATFIZ yang juga merupakan produk karya alumni ITS. Rektor ITS sangat tertarik untuk mengembangkannya di kalangan internal ITS

22 Mei 2015

Kuliah Itu Menyenangkan



Suatu hari, hadir di hadapan saya, dua orang mahasiswa bernama Aris, seorang mahasiswa dari sebuah PTN di Jawa Timur dan rekannya bernama Darian seorang mahasiswa PTS ternama di Jawa Timur.
Keduanya telah lama saya kenal dan berinteraksi sejak lama. Kali ini topik pembicaraan kami adalah tentang model perkuliahan yang membosankan dan terasa aneh di mata mereka.
Sekedar informasi keduanya kebetulan juga sedang bekerja di salah satu perusahaan bergengsi di Surabaya, sehingga merasakan adanya gap antara dunia kerja, dunia realita dengan apa yang diajarkan oleh dosen mereka.
Aris misalnya, merasakan hal itu bahkan saat melakukan proses menuju skripsinya, banyak hambatan yang dialaminya berujung pada ketidak sepakatan pemahaman antara Aris dengan Sang Dosen Pembimbing.
Sampai terucap, kalau begini terus kapan saya bisa menikah?
Sang Dosen Pembimbing kebetulan seorang dosen yang cukup rajin di kampus melakukan aktifitas keilmuan namun tak sempat mengupdate diri dengan berita dan inovasi terbaru di bidang teknologi informasi
Darian pun merasakan kegelisahan yang sama, kebetulan dia juga sangat aktif dalam komunitas IT di lingkungannya.
Keluhan ini hanya sebagian saja yang berhasil saya potret dari kesenjangan dunia pendidikan dan dunia bisnis/kerja khususnya dalam bidang ilmu Teknologi Informasi.
Mereka berdua adalah produk generasi kini. Generasi C dalam istilah Prof. Rheinald Khasali.
Mereka berdua sangat memahami dan dekat dengan teknologi informasi. Generasi yang sering juga digolongkan sebagai Digital Nativa (diterjemahkan bebas sebagai pribumi digital).
Dan inilah tantangan kita sebagai dosen bidang Teknologi Informasi untuk tidak henti-hentinya mengupgrade pengetahuan dan gaya penampilan dalam berinteraksi dan berdiskusi saat proses belajar mengajar.
Seorang dosen bidang Teknologi Informasi tak hanya memperkaya wawasan dari membaca jurnal ilmiah, menuliskan penelitian tapi juga sanggup mentransfer ilmu dengan gaya Generasi C.

Oleh karena itu saat suatu hari saya diminta mengisi Talk Show di Prima Radio 103.8 FM saya coba mensinergikan dengan perkuliahan saya sekaligus memanfaatkan aplikasi Catfiz Messenger Indonesia dalam berinteraksi.
Mahasiswa kelas saya yang kebetulan harus kuliah sore itu, saya broadcast untuk mengunduh materi ajar di website elina kampus Universitas Narotama.
Setelah itu mereka saya minta membaca dan mempelajarinya sekaligus disitu saya berikan beberapa pertanyaan kecil untuk memicu rasa ingin tahu dan minat belajar. Topik sore itu dalam perkuliahan adalah "SMART CITY" yang sekaligus juga topik diskusi dalam program talkhsow di Prima Radio.

Pukul 19.00-20.00 saatnya talkshow, dan saya minta mahasiswa saya yang jumlahnya sekitar 20 orang untuk menyimak dan sekaligus berinteraksi melalui pertanyaan yang diajukan kepada saya melalui saluran komunikasi yang ada yaitu SMS. Telepon ke stasiun radio dan NIC Message Catfiz.

Apa yang terjadi ?
Ternyata antusiasme mahasiswa sangat tinggi, sangat berbeda dengan kesempatan bertanya di dalam kelas yang hanya menjadi sesi diam seribu basa.
Dalam catatan Gate Keeper Prima Radio ada 30 orang yang bertanya dan 15an teridentifikasi mahasiswa saya dalam mata kuliah Komputer dan Masyarakat,
Kenapa bisa begini?
Bisa jadi, pola interaksi inilah yang mereka inginkan, adanya "ruang belajar" yang nyaman dan memacu semangat bertanya.
Tugas yang saya sertakan pun dikerjakan dengan baik dan relatif sedikit copy paste.
Sebuah pola pembelajaran yang menyenangkan yang saya coba lakukan bagi mahasiswa di Universitas Narotama

Semoga kedepan ini bisa menjadi inspirasi dari pola pengajaran bagi Generasi C. Generasi yang Always Connected dan Digital Native.

05 Mei 2015

Pesta Kreatif Teknologi informasi


Sebuah acara yang dihelat oleh Dinas Komunikasi Informatika pada tanggal 05 Mei 2015.

Belajar dari filosofi profesi dalang yang salah satu maknanya adalah "ngudhal piwulang" alias membeberkan ilmu.
Hari ini dengan kotak wayang (laptop) yang ada harus pandai memainkan boneka wayang (slide presentasi) dalam situasi apapun di acara Pesta Kreatif TIK Surabaya. Kerjasama Pemkot Surabaya dengan Universitas Narotama Surabaya. Semoga bermanfaat

30 April 2015

Linux Mint mudah menembus SIMLITABMAS






Inilah bukti pakai Linux enteng, SIMLITABMAS akhirnya tembus dengan OS Linux. Tak ada hidden application, hidden update dsb.
Dari tadi siang buka jendela tak bisa tembus padahal hanya 4000an user
Makanya Gunakan Linux (Mint) ya Cak Anas
Kiranya para staf Kemenristekdikti yang dipimpin Bapak Mohamad Nasir bisa belajar dari pengelolaan server catfiz 4.000.000 user enteng dan aman saja, padahal dari seluruh dunia


Foto 30 Maret 2015

12 April 2015

Mengurus perpanjangan paspor



Untuk keperluan ke luar negeri kita perlu mengurus paspor.
Gambar2 diatas adalah prosedurnya khususnya untuk Kantor Imigrasi Surabaya yang ada di Maspion Square Jalan Ahmad Yanu

09 April 2015

Antara Dosen dan Rujak Cingur


Hmm.. kisahnya berawal dari sebuah percakapan atau diskusi di Social Media, yang dilontarkan seorang rekan yang juga dosen Ubaya, yaitu mas Adhicipta R. Wirawan yang membahas tentang membangun Industri Kreatif. Membangun Industri Kreatif memang bukan sebuah kegiatan yang main-main, Walt Disney pun butuh waktu 17 tahun.
Nah lalu bagaimana dengan kita utamanya di Kota Surabaya?


Saat ini di Surabaya sudah semakin banyak lembaga pendidikan khususnya kampus yang menghasilkan lulusan yang mampu berkiprah di bidang Industri kreatif khususnya dalam sektor Teknologi Informasi. Tapi bagaimana dengan nasib lulusannya dan bagaimana pula dengan iklim usaha Teknologi Informasi di kota ini?

Ada yang berpendapat bahwa salah satu faktor kesuksesannya adalah perpaduan yang harmonis unsur Triple Helix yaitu Academic, Business,  Government.
Academic dianggap bertanggung jawab membentuk personil yang memiliki kecakapan dan/atau keahlian sekaligus juga karakter yang kuat dalam berwirausahaa

Business yaitu sektor yang dianggap bertanggung jawab menggerakkan kegiatan usaha melalui penciptaan lapangan kerja dan pengumpulan kapital bagi berkembangnya usaha ataupun mendorong tumbuhnya start up baru

Government yaitu sektor yang dianggap bertanggung jawab membina dan mengatur regulasi yang mendukung sektor kreatif untuk berkembang

02 April 2015

Mengukur Rangking Journal International





Bagi para akademisi yang membutuhkan journal bagi publikasi risetnya, perlu kiranya melihat situs berikut ini :


Dalam situs ini kita dapat melakukan pengecekan terhadap berbagai journal international yang beredar berikut peringkatnya agar tidak terjebak pada journal yang abal-abal

27 Februari 2015

Orang Asing Kuasai Pasar Bisnis Online





Publikasi di Harian Surya 27 Februari 2015, mengulas tentang pasar dari bisnis online yang justru dikuasai orang asing.

Pelaku bisnis online saat ini terus meningkat, terutama di kalangan anak muda. Meski mereka masih sekedar mencoba coba, namun mereka sudah bisa disebut sebagai pelaku usaha virtual yang mampu memanfaatkan internet untuk berbisnis. Namun sayang, para pelaku usaha online di Indonesia masih banyak yang memanfaatkan pasar website luar negeri. - See more at: http://onmedia.narotama.ac.id/2015/03/02/surya27-feb-2015-orang-asing-kuasai-pasar-bisnis-online/#sthash.FzB6Vb56.dpuf
Pelaku bisnis online saat ini terus meningkat, terutama di kalangan anak muda. Meski mereka masih sekedar mencoba coba, namun mereka sudah bisa disebut sebagai pelaku usaha virtual yang mampu memanfaatkan internet untuk berbisnis. Namun sayang, para pelaku usaha online di Indonesia masih banyak yang memanfaatkan pasar website luar negeri. - See more at: http://onmedia.narotama.ac.id/2015/03/02/surya27-feb-2015-orang-asing-kuasai-pasar-bisnis-online/#sthash.FzB6Vb56.dpuf

26 Februari 2015

Seminar Legal Bisnis Online



Kali ini sebagai pembicara acara Seminar training Legal Bisnis On Line dengan mengangkat thema" Peluang Menghadapi Komunitas Ekonomi ASEAN 2015 ( Usia Boleh Muda, Sukses Jangan Ditunda ). Materi yang disampaikan adalah seputar Bisnis Daring (Online Business) 

19 Januari 2015

Kunjungan ke CATFIZ


Kunjungan Studi Excursi Teknik Informatika - Universitas Muhammadiyah Malang ke Catfiz HQ pagi ini.
Semoga menginspirasi